Banyak orang yang memperbincangkan tentang yang namanya persepsi, dan sampai saat ini pemaknaan itu bisa menyentuh ke setiap lini dari aspek kehidupan kita. Bahkan perdebatan ini sampai saat ini saya masih belum menemukan maknanya. Mungkin saja benar ketika Nietzsche berbicara tentang jiwa yang memiliki kehendak yang bebas untuk berkuasa namun sebuah ketiadaan, tetapi raga sebagai bentuk yang ada namun terbatas oleh ruang dan waktu. Atau bisa saja salah dan benar. Itu terserah anda. Saya memiliki sebuah cerita ketika saya berdialog dengan seseorang dan membicarakan tentang demokrasi, begitu sengit suasana saat itu. Berbagai argumentasi saya lontarkan dengan mencantumkan sebuah bentuk-bentuk teori yang saya pahami untuk mendukung argumentasi yang saya kemukakakan. Namun tidak untuk memapankan teori yang saya rujuk, itu hanya sebuah legitimasi akan konsep demokrasi yang pernah diteliti dengan baik oleh para ilmuwan. Karena memang saya tidak ingin terjebak pada sebuah teori tersebu...