Skip to main content

Posts

Persepsi, Sebuah Legitimasi Kebenaran atau Pembenaran?

Banyak orang yang memperbincangkan tentang yang namanya persepsi, dan sampai saat ini pemaknaan itu bisa menyentuh ke setiap lini dari aspek kehidupan kita. Bahkan perdebatan ini sampai saat ini saya masih belum menemukan maknanya. Mungkin saja benar ketika Nietzsche berbicara tentang jiwa yang memiliki kehendak yang bebas untuk berkuasa namun sebuah ketiadaan, tetapi raga sebagai bentuk yang ada namun terbatas oleh ruang dan waktu. Atau bisa saja salah dan benar. Itu terserah anda. Saya memiliki sebuah cerita ketika saya berdialog dengan seseorang dan membicarakan tentang demokrasi, begitu sengit suasana saat itu. Berbagai argumentasi saya lontarkan dengan mencantumkan sebuah bentuk-bentuk teori yang saya pahami untuk mendukung argumentasi yang saya kemukakakan. Namun tidak untuk memapankan teori yang saya rujuk, itu hanya sebuah legitimasi akan konsep demokrasi yang pernah diteliti dengan baik oleh para ilmuwan. Karena memang saya tidak ingin terjebak pada sebuah teori tersebu...

Tulisan Lepas Kendali Sama Dengan Globalisasi

Globaliasi, sebuah kata yang sekarang sering kita dengar baik dalam kuliah, diskusi, bahkan sampai sebuah pidato kenegaraan. Sampai saat ini istilah itu tidak diketahui dari mana datangnya, namun sangat biasa kita mendengarnya. Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang terjadi pada masa sekarang, globalisasi merupakan sebuah pola kehidupan yang kita jalani. Perkembangan teknologi, pengetahuan, dan banyak elemen lain dari kehidupan kita tidak lepas dari pengaruh globalisasi. Globalisasi bukanlah sesuatu yang sepele, saat ini kita hidup dalam dunia transformasi yang mempengaruhi setiap aspek dari apa yang kita lakukan. Tidak tahu ini buruk atau baik, tapi kita terus didorong dalam tatanan global yang sebenarnya kita tidak memahami sepenuhnya.  Namun dampak dari ini semua dapat kita rasakan dengan nyata. Sampai saat ini banyak kelompok-kelompok yang memperdebatkan apa itu globalisasi. Kaum skeptis misalnya, menurut mereka globalisasi hanya sebuah omong kosong. Apapun yang ditimb...

Identitas Agama Sebagai Agama Tuhan, Untuk Mewujudkan Toleransi dan Kebebasan Beragama

Identitas Agama Sebagai Agama Tuhan, Untuk Mewujudkan Toleransi dan Kebebasan Beragama Kebebasan beragama di Negara kita mengacu pada UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Pasal ini menyatakan bahwa setiap warga diberi kemerdekaan atau kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.Pasal 28e ayat 1 UUD 1945 perubahan kedua mengakui adanya hak setiap warga negara atas kebebasan beragama atau kepercayaan, demikian juga Pasal 28i ayat 1 UUD 1945 perubahan kedua, menjelaskan hak beragama dan berkepercayaan adalah HAM yang tidak bisa dikurangi dan dibatasi dalam kondisi apapun. Bahkan Pasal 28i ayat 4 UUD 1945 perubahan kedua, mempertegas kewajiban negara terutama pemerintah untuk melindungi, memajukan, menegakkan dan memenuhi HAM.  Kewajiban negara melindungi dan memenuhi hak atas kebebasan beragama dan kepercayaan mengandung pengertian, bahwa negara tidak mempunyai wewenang mencampuri urusan agama dan kepercayaan setiap warga negaranya. Sebal...