Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Agama

Aku Berhijrah, Melampaui Agama Institusional

Fenomena yang berkembang pada masa kini tentang agama membuat saya membuka kembali teks-teks maupun manuskrip tentang arkeologi sejarah agama. Literatur banyak tersebar seperti bintang di langit dan nabi yang pernah ada bersama manusia. Sebelumnya, konteks agama secara filsafat dan sejarah akan berbeda lagi dengan Tuhan dalam tradisi filsafat ketuhanan/tauhid. Saya cukup percaya bahwa ada kekuatan lain di luar diri manusia. Rasionalitas yang diagung-agungkan para ateis maupun agnostic justru menghilangkan aspek kemanusiaan dari manusia sendiri yang didalamnya terdapat insting dan naluri dalam hidup. Silahkan saja baca biografi para filosof kenamaan semacam Satre, Dostoyevsky, Camus, Nietzsche maupun lainnya. Rasionalitas mereka dalam tulisan tidak seperti proses perjalanan hidup mereka yang banyak juga melibatkan insting dan naluri. Jadi, simpan saja kepercayaan atau ketidakpercayaan akan Tuhan untuk kita sendiri. Masih sangat lekang ingatanku ketika masa kecil menjadi seorang ka...

Pindah Agama, Patah Hatiku Tetap Sama

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi, tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari” Pengkotbah 1:9 Ayat tersebut sebagai penggambaran awal bahwa tulisan ini dibuat sebagai hal yang pernah ada dan dibicarakan. Tema yang bagi sebagaian orang telah usang untuk dibicarakan. Di tengah tuntutan bertahan hidup dalam mode produksi dan akumulasi primitif. Overproduksi yang dinanti-nanti tak kunjung hadir sebagai juru selamat kelas pekerja. Hingga milliaran kelas pekerja memilih terbuai dalam dogma. Karena hakikat bekerja bukan lagi perwujudan eksistensi manusia, melainkan hanya insting untuk bertahan hidup semata uang. Sebagai orang yang tumbuh dalam keluarga dengan berbedaan keyakinan selama puluhan tahun. Perdebatan tentang agama dan Tuhan merupakan makanan sehari-hari. Agama menjadi alat politik bagi kami untuk saling mengintimidasi atas nama surga dan neraka. Tuhan menjadi alat untuk meyakinkan  kami bahwa semua akan baik-baik saja, sekalipu...

Kita Hanya Gamang Menghadapi Dunia, Bukan Berarti Pilihanmu adalah Kehendak Bebas

Di dalam Alkitab pada hari 1-6 penciptaan Allah mengatakan semuanya baik, setelahnya Manusia diciptakan dan dikatakan, “sungguh amat baik”. Mungkin saat itu Allah telah tahu bahwa manusia akan membuat dunia yang diciptakannya lebih berwarna. Di antara gelap dan terang, manusia melengkapinya dengan cinta dan perang. Di antara kelahiran dan kematian, manusia melengkapinya dengan persetubuhan dan pembunuhan. Begitu pula sabda-NYA agar “beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhi bumi dan taklukan itu”. Di antara semua yang baik, manusialah yang dikatakan-NYA “Amat Baik”. Namun, Allah menciptakan Adam dan Hawa kemudian meletakkannya di   sebuah taman. Di mana sebuah sungai mengalir keluar dari Eden untuk mengairi taman itu, dan di situ sungai itu bercabang menjadi empat sungai. Entah di mana taman itu berada, meskipun terdapat sejumlah klaim dari peneliti tentang lokasi geografis dari Taman Eden. Dikatakan berada diantara sungai Tigris, Eufrat, Pison dan Gihon. Ada lagi yang m...